PENGALAMAN TELAT HAID 5 BULAN
Asslamualaikum wr. wb
hai guys.. sehat kan? hmm lama gak nulis blog (sebelumnya juga nulis kalo pas ada tugas doang wkwk), sekali bikin pas lagi corona.. :D gapapa, buat ninggalin jejak pernah nglewatin namanya wabah corona huhu.. pengen nyemangatin buat nulis lagi, tapi random aja sih. suka-suka, gabut sosial distancing ga kemana-mana..
oke back to JUDUL "PENGALAMAN TELAT HAID 5 BULAN"
sedikit deskripsi diriku ( umur 23 menuju 24 tahun, sudah menikah akhir Desember 2019, jadi sewaktu nulis ini udah 10 bulanan. Belum punya momongan, baru promil 5 bulanan karena nunggu wisuda dulu (pas nikah masih kuliah wkwk). Suami umur 25, beda dua tahun. )
nah cerita ini dimulai dari resahnya daku ternyata sudah tidak haid selama 5 bulan. terakhir haid bulan April dan ini sudah bulan September. kenapa aku resah baru baru ini karena ya memang aku punya riwayat haid yang tidak teratur. dari dulu. bahkan pertama kali haid saja kelas 3 SMP. malu banget pas ada pelajaran fiqih tentang tata cara mandi besar pasca haid dan ditanya siapa yang belum haid. otomatis aku angkat tangan sendirian karena semua temen wanitaku sudah haid.
aku juga gabisa menelaah sebenernya faktor apa saja yang bikin aku telat haid. entah hormon kah, stress kah, atau memang ada kelainan. dan yang pasti, karena pada masa-masa promil, aku berharap itu adalah tanda kehamilan. tapi sudah berpuluh-puluh testpack dari berbagai merk sudah kugunakan dan hasilnya tetap NEGATIF. hmmm sedih sih..
bulan bulan ini juga baru sibuk pindahan dr rumah mertua ke rumah kontrakan dan mulai masuk kerja untuk pertama kali bagiku setelah lulus kuliah. jadi mungkin stress juga kali ya..
namun perasaan was-was itu mendorongku untuk meluangkan waktu periksa ke dokter kandungan. siapa tau kalau memang ada masalah, segera dapat diatasi dan segera bisa punya momongan.
akhirnya aku ambil izin kerja setengah hari untuk periksa. aku minta ditemani kakak perempuanku karena suami juga kerja dan harus izin seminggu sebelumnya jika mau ambil cuti. Awalnya rencana kita mau periksa di RS PDHI Yogyakarta, namun karena masalah asuransi akhirnya pindah ke JIH (lebih bagus sih haha) akhir nya pukul 13.00 WIB otw dari Prambanan ke JIH sekitar 40 menitan. sampai disana langsung daftar dan ternyata dapat dokter obgyn yang sore pukul 16.00 karena yang siang udah full. Nama Dokternya gak disebut yaa.
karena sisa waktu nunggunya banyak akhirnya pulang lagi karena kakak perempuanku punya anak kecil dan saat itu ditingal. dan kita balik lagi jam 15.30 an.. hmm kebayang wira-wirinya.. apalagi yang promil bayi tabung dsb yaa harus sering-sering ketemu dokter hmmm...
jam 15.30, langsung cuss ke JIH. dateng jam 16 langsung di tensi oleh perawat disana dan ditanyain mau konsultasi soal apa, setelah aku ceritakan perawat itu bilang kalo memang telat haid itu bisa jadi hormon atau pcos. dilihat juga berat badanku naik secara signifikan, dari 43 ke 49 kg dalam kurun waktu 10 bulan setelah menikah. jadi ditakutkan itu adalah pcos. perawat itu juga bilang kalo pcos itu kuncinya hidup sehat dan olahraga. hmmm oke yang satu ini nihh jarang banget dilakuin. olahraga huft..
setelah didata oleh perawat aku nunggu antrian dipanggil. gak nunggu lama sih karena dapat antrian no 4 sedangkan di dlam ruangan sudah no 3. setelah namaku dipanggil perawat aku ditemani kakakku langsung masuk ke ruangan klinik. dokter dan perawat sudah menunggu. aku menceritakan keluhanku persis seperti yang kuceritakan ke perawat sebelumnya. setelah itu dokter juga menanyai riwayat siklus haidku, kenaikan berat badanku, dan pola hidup ku. aku jawab kalau pola hidupku tidak sehat, siklus haid tidak lancar mulai dari pertama haid, dan jarang olahraga.
setelah konsul, dokter memeriksa rahimku dengan usg. aku berbaring di ranjang periksa dan diolesi seperti gel oleh perawat dibagian perut bawah. setelah itu dokter menempelkan alat usg di perutku dan bilang kalau baik-baik saja.. hmmm agak heran sih. dokter bilang kalau kemungkinan ini adalah maslaah hormon. dokter tidak mendiagnosisku dengan PCO dsb. bahkan tidak menyuruhku diet, hanya saja harus merubah pola hidup menjadi lebih sehat.
dokter meresepkan dokter primolut N 5 mg untuk perangsang haid, dan juga suplemen dan inlacin. seperti obat PCOS yang disarankan oleh dokter di artikel-artikel yang perna aku baca. Aku memang sudah yakin kalau aku PCOS, gejalanya semua ada di diriku. mulai dari jerawat, rambut rontok, haid tidak teratur, rambut rontok, dsb. namun karena dokter belum memeriksaku melalui pemeriksaan transvaginal.. jadi secara faktual belum bisa dipastikan.
namun aku berharap kepada Allah selalu memberikan yang terbaik. kalau memang yang terbaik aku harus berjuang melalui syindrom ini, yasudah. jalanku hiks...
setelah menebus obat dan pulang, aku minum obat dan kemudian bertekat untuk lebih rajin olahraga 30 menit sehari dan diet ala PCOS. no karbo, no gula. jadi berhenti makan nasi, gula, tepung-tepungan, dsb. Semoga Ikhtiarku membuahkan hasil terbaik, amin....
kelanjutannya akan diupdate ya guys.. karena aku berharap haid terlebih dahulu setelah dirangsang menggunakan obat. nanti setelah haid insyaAllah aku akan update lagi
*update
hari ini tanggal 29 September 2020 aku haid dan darah yang keluar Alhamdulillah lancar dan banyak. Aku sangat-sangat bersyukur nih guys.. setelah 5 bulan was-was tidak mendapat haid, bulan ini tamu itu Qadarullah datang. dengan ikhtiar dan doa. meskipun harus nahan nyeri-nyeri di hari pertama. setelah haid saran dokter harus kontrol kembali, tapi ini masih nyari-nyari jadwal buat kontrol guys.
tunggu updatean selanjutnya setelah kontrol yang ke 2 ya...
Komentar
Posting Komentar